Karanganyar, Jum’at(04/05/2018) – Sejak tahun 2007 Badan Wakaf Indonesia (BWI) Nasional dibentuk, akhirnya Kabupaten Karanganyar meresmikan dan melantik pengurus BWI Karanganyar beberapa waktu lalu. Kegiatan pelantikan ini dilaksanakan ketika acara Sarasehan Baznas Kabupaten Karanganyar bulan April (30/04). Dalam acara tersebut dihadiri Pjs Bupati Karanganyar yang diwakili Asisten III Setda Karanganyar, Kepala Kantor Kementerian Agama Karanganyar, para pengurus Baznas dan tamu undangan lainnya.
Untuk diketahui BWI adalah lembaga negara independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Badan ini dibentuk dalam rangka mengembangkan dan memajukan perwakafan di Indonesia.
BWI dibentuk bukan untuk mengambil alih aset-aset wakaf yang selama ini dikelola oleh nazhir (pengelola aset wakaf) yang sudah ada. BWI hadir untuk membina nazhir agar aset wakaf dikelola lebih baik dan lebih produktif sehingga bisa memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat, baik dalam bentuk pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, maupun pembangunan infrastruktur publik.
Pelantikan pengurus BWI Kabupaten Karanganyar dilakukan oleh Ketua BWI Provinsi Jawa Tengah, Sobirin. Dalam sambutannya ia mengatakan tugas pokok BWI antara lain mengelola tanah wakaf dengan baik dan mengembangkan kekayaan tanah wakaf di wilayah masing-masing menjadi produktif serta dapat mengelola secara administratif. Ia berharap dengan dilantiknya pengurus BWI Kabupaten Karanganyar, pengelolaan Wakaf bisa menjadi lebih profesional.
“Jangan sampai tanah wakaf hilang karena pertanggungjawabannya langsung kepada Allah SWT dan bisa menjadi ladang pahala yang potensial bagi umat,” harapnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Karanganyar, Sutarno, menyampaikan bahwa Baznas Karanganyar merupakan percontohan untuk Baznas – Baznas di Provinsi Jawa Tengah. Pengumpulan ZIS bulan April memang menurun tapi dirinya optimis bulan Ramadhan depan akan meningkat pesat seperti tahun – tahun sebelumnya.

Sementara itu Laporan Pengurus Baznas Karanganyar, Iskandar, mengatakan kegiatan rutin sarasehan Baznas ini berbeda dan pertamakali dalam satu bulan kedepan Baznas Karanganyar didatangi tim Baznas pusat untuk diaudit perolehan ZIS selama satu tahun.
Pengumpulan dana ZIS Baznas Karanganyar tahun 2017 mencapai lebih dari Rp 12 miliar setiap bulannya dan bisa mentashorufkan sebesar Rp 14 miliar, untuk tahun 2018 pengumpulan ZIS ditarget mencapai 15 miliar setiap bulannya. Baznas Karanganyar bekerja keras untuk mempersiapkan data-data ZIS dari berbagai daerah di Karanganyar.
“Mohon doanya untuk Baznas Karanganyar mendapat opini wajar,” ujarnya.
(Baznas Karanganyar – Iga)
GALERI








