Karanganyar, Selasa(23/01/2018) – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji, mengusulkan agar 60% penerimaan dana Baznas Karanganyar dipergunakan untuk mengentaskan kemiskinan. Hal tersebut disampaikannya ketika memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Sarasehan Baznas kemarin (22/01) di Aula Hotel Tamansari Karanganyar. Menurutnya, Baznas Karanganyar merupakan satu – satunya di Provinsi Jawa Tengah dengan penerimaan Zakat Infaq dan Shodaqoh terbesar. HIngga saat ini terdapat 16 Kabupaten di Jawa Tengah yang masih terbilang miskin. Beruntung Karanganyar bukan salah satunya.
“Di Jawa Tengah tingkat kemiskinan masih ada di 16 Kabupaten, Dengan zakat dapat menurunkan angka kemiskinan.Target Baznas Karanganyar yang Rp. 15 miliar itu dapat dialokasikan 60 persen untuk fakir miskin yakni 20 persen fakir miskin yang non produktif, dan yang 40 untuk yang produktif,” kata Ketua Baznas Jawa Tengah.
Berdasarkan pengamatannya, untuk menengentaskan satu orang fakir miskin membutuhkan biaya cukup 3jt rupiah. Sehingga dengan modal 60% dari penerimaan Baznas Karanganyar tersebut cukup untuk mengentaskan kemiskinan ribuan orang. Ia mencontohkan salah satu giat pengentasan kemiskinan di Boyolali.
“Di Boyolali ada pelatihan pertukangan, peternakan, dan cukup Rp. 3 juta untuk pelatihan satu fakir miskin, 500ribu untuk pelatihannya, 1,5jt untuk membeli alat, kemudian 1jt untuk membeli bahan,” katanya.
Sementara itu Ketua Baznas Karanganyar, Sugiyarso, menyampaikan perolehan Zakat Infaq dan Shodaqoh (ZIS) di Kabupaten Karanganyar di tahun 2017 mencapai Rp. 13,5 Miliar, target tahun 2017 Rp. 12 Miliar namun melebihi menjadi sekitar Rp. 13,5 miliar. Sedangkan penerimaan zakat fitrah mencapai Rp 1,7 miliar yang bersumber dari ASN dan Swasta serta takmir masjid se Kabupaten Karanganyar yang diberikan kepada fakir miskin.
“Perolehan jumlah ZIS yang dikumpulkan oleh BAZNAS Karanganyar mulai didirikan selalu mengalami peningkatan. Sesuai RKAT tahun 2017 ditargetkan Rp 12 Milyar, Hal ini karena mendapat dukungan dari semua pihak baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Kami distribusikan menjadi lima program, yakni Karanganyar Peduli, Karanganyar Sehat, Karanganyar Cerdas,Karanganyar Makmur, dan Karanganyar Taqwa,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, untuk mendukung program Baznas mengalokasikan 2.5% dari APBD Kabupaten Karanganyar untuk disalurkan melalui Basnas. Ia mentargetkan penerimaan Baznas di tahun 2018 ini bisa mencapai Rp 15 Milyar.
“Saya memacu semangat target tahun 2018 sebanyak Rp 15 miliar bisa terpenuhi. Kita cari peluang baru untuk digerakkan pentingnya sedekah, kalau ASN di Karanganyar sudah tertib membazar zakat,” katanya.
Rakerda Baznas tahun 2018 dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Ketua Baznas Provinsi Jateng, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jateng, para pejabat, sekolah, pengurus Baznas dan tokoh masyarakat. Kegiatan diawali dengan sarasehan kemudian dilanjutkan dengan Rakerda. (Iga)

