Sarasehan Baznas dan Pembukaan Sekolah MTQ DMI Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Selasa(30/04) – Bupati Karanganyar, Juliyatmono menghadiri sarasehan Baznas Karanganyar di Halaman Masjid Agung Karanganyar, Senin (29/4/2019).

Acara tersebut sekaligus launching sekolah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Karanganyar.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar, Sugiyarso melaporkan, pada April tahun ini, pengumpulan Baznas baik berupa zakat, infaq dan shodaqoh Baznas Karanganyar sekitar Rp 875 juta. Turun dari perolehan pada Januari yang memperoleh sekitar Rp 966 juta.

“Itu karena mulai Februari, UPZ SMA/SMK tidak setor ke Baznaz tapi langsung setor ke Baznas Provinsi. Kami mohon arahannya (Bupati Karanganyar) supaya perolehan zakat tahun ini dapat mencapai target sekitar Rp 18 miliar,” katanya.

Ia menyampaikan, hingga Maret tahun ini terkait pendayagunaan, Baznas Karanganyar sudah menyalurkan sejumlah Rp 1,9 miliar. “Sekitar 14 persen dari target tahun ini sekitar Rp 13,4 miliar,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta para UPZ untuk menertibkan terkait pengumpulan zakat. “Maka UPZ tulung rodok galak, saya minta Baznas untuk melaporkan (pengumpulan zakat). Kita pantau di titik-titik mana yang kurang optimal,” katanya.

“Orang islam itu sudah banyak yang menjadi mubaligh, akan tetapi lemahnya dispirit untuk berkorban. Maka harus didukung mempraktekan dalil itu sebaik mungkin kepada masyarakat,” lanjutnya.

Memasuki bulan ramadhan, ia mengingatkan kembali mengakrabi Al-Quran. “Minimal 1 juz (membaca Al-Quran) setiap hari, sehingga satu bulan bisa khatam. Itu akan kita samapaikan baik tingkat pemerintah, OPD hingga tingkat desa,” terangnya.

Selain itu, ia juga menggagas untuk mengadakan pengajian di tingkat dusun. “Paling tidak satu tahun minimal 2 kali mengadakan pengajian rutin di dusun. Mudah-mudahan bisa diterapkan mulai bulan ramadhan tahun ini,” paparnya.

Selanjutnya, Juliyatmono juga berencana membuat program one village one hafidz (satu desa satu hafidz), bagi laki-laki lulusan SMP. Targetnya 3,5 tahun, mereka sudah selesai pendidikan hafidz.
“Kita siapkan mereka di desa-desa, selain menjaga Al-Quran, setelah mendapat pendidikan mereka bisa mendidik generasi di lingkungan masing-masing.
Kita beri surat edaran sampai di desa, siapa yang tertarik, direkrut dan akan diseleksi. Bulan puasa kita launcing. Terkait pendidikannya akan bekerjasama dengan Ponpes Isy Karima. Pembiayaan ditangung pemerintah. Mereka tidak boleh berasal dari desa lain, harus dari desanya masing-masing,” tandasnya. (Kontributor – Diskominfo Kra)

Facebook Comments